Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Disebut sebagai kota perdangan dan jasa, serta pariwisata berbasis sungai, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin berusaha pertahankan pasar grosir di Kota Seribu Sungai ini.
Dalam wacana tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Banjarmasin mengundang beberapa perwakilan pedagang Pasar Ujung Murung dan Sudimampir, untuk mempresentasikan Rencana Desain Revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir. Presentasi ini disampaikan oleh Tim Konsultan Manajemen Konstruksi Revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir.
Presentasi desain revitalisasi tersebut dibuka langsung oleh Plt Walikota Banjarmasin H Hermansyah, yang terlihat sangat antusias ketika menyaksikan desain yang dipresentasikan oleh Nanda Febryan Pratamajaya, selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir.
Hermansyah menyatakan, Revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir adalah salah satu rencana pembangunan yang sangat diprioritaskan dalam masa kepemimpinannya.
Oleh sebab itu, Hermansyah menginginkan revitalisasi pasar tersebut bisa terlaksana, sebelum masa kepemimpinannya di Banjarmasin berakhir.
“Tentunya revitalisasi pasar ini dilakukan untuk membuat Pasar Ujung Murung dan Sudimampir menjadi lebih baik. Sehingga pedagang yang berjualan di sana nyaman, pembeli yang belanja ke sana juga nyaman,” ucapnya.
Sementara itu, Nanda Febryan Pratamajaya menyampaikan, revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir memang harus segera dilakukan. Mengapa?
Pertama, paparnya, Banjarmasin adalah pusat perkotaan Banjarbakula atau disebut Metropolitannya Banjarbakula. Dimana Metropolitan Banjarbakula ini adalah salah satu kawasan strategis nasional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Kedua, lanjutnya, adalah menyikapi posisi Banjarmasin yang akan menjadi salah satu pintu gerbang Ibukota negara.
“Seyogyanya dengan dua hal itu, maka peningkatan daya saing kota sudah harus dipercepat pembangunannya. Salah satu upaya dalam peningkatan daya saing kota, antara lain pembenahan kawasan bisnis di Kota Banjarmasin. Salah satu kawasan bisnis di Kota Banjarmasin adalah kawasan Pasar Ujung Murung dan Sudimampir,” terang Nanda.
Nanda lebih lanjut mengatakan, Pemeritah Kota Banjarmasin sebetulnya juga melakukan studi kelayakan pada tahun 2012 lalu, terkait dengan segi sisi fisik konstruksi, kenyamanan, dan keamanan keselamatan pedagang maupun pembeli, yang memang sudah tidak memenuhi standar teknis. Sehingga memang diperlukan upaya revitalisasi atau meningkatkan vitalitas dari kawasan dua pasar tersebut.
Desain revitalisasi pasar yang disampaikannya pada presentasi itu juga tidak mengubah sama sekali filosofi dari Pasar Ujung Murung dan Sudimampir sebagai pusat grosir.
“Tetap mempertahankan prinsip pasar grosir. Namun yang diubah yaitu sistem pengelolaan fasilitas itu sendiri. Seperti kenyamanan parkir, keamanan kawasan, keamanan pedagang, maupun pengelola. Juga pengelolaan sampah, pengolahan air bersih, dan lain-lain yang dikelola secara professional,” ujarnya.
Kepala Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar Disperindag Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengharapkan dengan digelarnya presentasi desain revitalisasi pasar tersebut dapat menghasilkan sinergitas antara pemerintah dan pedagang dalam revitalisasi pasar ini.
“Dalam presentasi desain revitalisasi pasar, pedagang juga diminta menyampaikan aspirasi mereka. Apa saja keinginan mereka, sampaikan dan dicatat oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Juga dari pihak investor. Dan mudah-mudahan nanti dari investor bisa menyampaikan penawaran secara tertulis, agar tidak ada perubahan-perubahan lagi,” harapnya.[]



