Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Sempat mengejutkan warga sekitar, akhirnya seekor Trenggiling di rumah seorang warga Jalan Semangat Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) berhasil dievakuasi tim Animal Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPD) Kota Banjarmasin.
Memerlukan waktu 3 jam untuk bisa mengevakuasi satwa langka yang sering diburu ini. Saat dievakuasi pun satwa langka ini bergelantungan dengan kuat di dahan pohon dekat rumah warga tersebut.
Hanafi, selaku anggota Animal Rescue Banjarmasin mengatakan, pihaknya memerlukan waktu 30 menit untuk melepaskan Trenggiling ini dari kayu penyangga plafon.
“Sekitar 30 menit kita baru bisa melepaskannya, karena pegangannya kuat di salah satu penyangga plafon,” tutur Hanafi.
Setelah berhasil diamankan, Trenggiling ini langsung dibawa ke Balaikota Banjarmasin untuk diserahkan dan diambil oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), untuk diberikan tindakan selanjutnya.
Mila Rabiati selaku Fungsional Pengendalian Ekosistem Hutan BKSDA Kalsel mengatakan, pihaknya akan membawa Trenggiling ini ke tempat penampungan sementara.
“Kita bawa ke penampungan sementara, untuk dilakukan pengecekan kesehatannya. Apabila sudah dianggap layak untuk dilepas ke alam liar, maka kita akan lepaskan nantinya,” ujarnya.
Mila menyebutkan, Trenggiling jenis Asia Afrika ini nantinya akan dilepaskan di kawasan alam liar daerah terdekat.
Dalam kesempatan tersebut Mila menuturkan bahwa tindak penyeludupan satwa langka ini sering terjadi. Disebutkan, Trenggiling merupakan satwa liar yang sering diburu untuk dijual.
“Harganya yang fantastis, maka hewan jenis Trenggiling ini termasuk satwa yang banyak diminati karena memiliki banyak khasiat untuk pengobatan baik dagingnya maupun sisiknya,”ucapnya.
“Kasus penyeludupan yang dilindungi sebenarnya masih banyak terjadi,” tambah Mila.
Sebagai bentuk penangkalan adanya penyeludupan ini, Mila menuturkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Yang jelas, kita tingkatkan untuk sosialisasi bahwa ada beberapa satwa yang memang dilindungi. Teman-teman juga terkadang patroli di perdagangan satwa. Juga melakukan sosialisasi bahwa ini jenis yang dilindungi. Kita jelaskan, yang mana yang boleh dan yang mana tidak diperjualbelikan,” tandasnya.[]



