Seorang Warga HST Wakili Kalimantan ke Jepang

Seorang Warga HST Wakili Kalimantan ke Jepang

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BARABAI – Muhammad Jaini, warga Desa Wawai Gardu, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, terpilih mewakili Kalimantan untuk magang kerja di Jepang, bersama 5 orang lainnya dari provinsi lain di Indonesia.

Rencana langkah M Jaini ke Jepang ini bermula dari surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang ditindaklanjuti Sekda HST yang kala itu dijabat oleh Tamjil.

Isi surat edaran tersebut tentang pelatihan pertanian di Sukabumi, Jawa Barat. Tepatnya di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Oisca Sukabumi Training Center (Oisca Indonesia). M Jaini ikut pelatihan tersebut.

“Saya ikut pelatihan di Oisca Indonesia Sukabumi itu selama 9 bulan. Pelatihan yang dilakukan berkaitan dengan pupuk organik, pupuk cair, pupuk padat, dan bermacam-macam pupuk yang kita pelajari tanpa bahan kimia,” katanya, Selasa (9/3/2021).

Selesai pelatihan, M Jaini kembali ke Barabai. Tiga bulan kemudian ia dipanggil lagi, dan dinyatakan terpilih sebagai calon magang studi pertanian di Jepang. Tepatnya di Provinsi Sikoko (Sikoko Pin). Tapi karena Covid-19, rencana tersebut tertunda. 

“Di bulan September 2020, ada job magang bidang konstruksi. Saya pun dipindah magang ke bidang konstruksi jalan tol. Insya Allah awal April nanti saya berangkat ke Jepang. Saya sudah dapatkan surat dari LPK Oisca Indonesia yang kerjasama dengan negara Jepang,” ujarnya.

Sebagai persiapan, Jaini harus belajar bahasa Jepang. Untuk itu, ia mendapat bantuan biaya dari LPK Oisca.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten HST, Ali Fahmi MSi, atas nama Pemerintah Daerah HST, menyatakan sangat mendukung rencana keberangkatan Jaini ke Jepang tersebut. 

“Magang kerja tersebut tentu sangat diperlukan untuk pengembangan bidang usaha terampil, yang juga berpengalaman dengan ilmu dari luar negeri. Untuk kedepannya, generasi penerus harus bisa mengembangkan keahliannya. Baik itu bidang hukum, pertanian, dan konstruksi bangunan. Mudah-mudahan di segi SDM bisa membudaya di HST ini. Dari hasil pengalaman di Jepang itu nanti bisa diterapkan, diaplikasikan, untuk pengembangan kemajuan daerah,” katanya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *