TAMIYANGLAYANG – Ariwanto selaku Kepala Desa Batuah, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur (Bartim), mengaku prihatin atas langkanya pupuk bersubsidi di wilayahnya sekitar setahun belakangan ini.
Menurut Ariwanto, kelangkaan pupuk bersubsidi tentu akan berimbas pada hasil pertanian di desanya. Apalagi saat ini para petani sudah banyak menanam padi di sawah.
“Warga di sini sering menanyakan kepada saya. Mereka minta tolong, pupuk gak ada. Kalau seperti ini, hasil pertanian bisa tidak maksimal. Bahkan bisa gagal,” katanya kepada awak media, kemarin.
Padahal, ungkap Kades, di desanya mayoritas warga adalah petani dan pekebun, tentu pupuk urea bersubsidi sangat mereka butuhkan.
“Di desa kami ada 4 Kelompok Tani, dengan sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sekitar 80% warga kami adalah petani,” ujarnya.
Ariwanto mengungkapkan, susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi yang dialami warganya sudah terjadi sekitar satu tahun.
Untuk mensiasati agar padi yang ditanam tetap tumbuh dengan baik, petani bahkan menggunakan tahi ayam dan tahi kambing sebagai pupuk pengganti.
Namun, papar Ariwanto, menggunakan tahi ayam dan tahi kambing sebagai pupuk pasti tidak maksimal dibandingkan menggunakan pupuk urea.
“Pasti bedalah hasilnya, karena seharusnya menggunakan pupuk urea,” ujarnya.
Dirinya mencontohkan, sebelumnya juga hasil pertanian di wilayahnya menjadi berkurang dikarenakan pupuk yang tidak tersedia.
“Biasanya kalau menggunakan pupuk urea panen padi satu hektare bisa dapat 50 sampai 60 sak. Namun ketika tidak menggunakan pupuk, padi menjadi kerdil, dan hasil panen satu hektarnya hanya sekitar 10 sak atau karung,” ujarnya.
Atas perihal tersebut, Arwanto meminta Pemerintah Daerah Bartim melalui Dinas terkait agar mencarikan solusinya.
“Saya minta kepada pemerintah agar mempermudah masyakarakat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, karena pupuk bersubsidi lebih murah daripada pupuk non subsidi,” jelasnya.[]
Gazali Rahman 24/1/ 2024.



