MARTAPURA – Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor mengatakan dampak terburuk dari penyalahgunaan narkoba bisa merusak sistem syaraf yang berujung gangguan jiwa.
Hal itu ditekankan Paman Birin sapaan akrabnya saat menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Jiwa 2019,di Aula RSJ Sambang Lihum, Jl Lingkar Utara, Kabupaten Banjar, Minggu (6/10).
Bersaman dengan Peringatan Hari Kesehatan Jiwa juga dicanangkanTour De Hospital RSJ Sambang Lihum.
Berkaitan dampak penyalahgunaan narkoba, sebut Paman Birin pentingnya segenap elemen untuk turut berpartisipasi mencegahnya
Paman Birin mengapresiasi momen Peringatan Hari Kesehatan Jiwa 2019 dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Kalsel Masa Bakti 2019-2024 dan Seminar Keperawatan.
Paman Birin mengapresiasi momen Peringatan Hari Kesehatan Jiwa 2019 dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Kalsel Masa Bakti 2019-2024 dan Seminar Keperawatan.
Menarik dari seminar ini mengangkat Mental Health Promotion and Suicide Prevention atau Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri.
Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor mengungkapkan profesi perawat memiliki peran penting dalam meningkatan derajat kesehatan rakyat. Salah satunya adalah mencegah dini gangguan jiwa.
Salah satu faktor gangguan jiwa berdasarkan teori kesehatan adalah masalah kesepian
Lalu pertanyaanya bagaimana rasa kesepian bisa kita ubah menjadi rasa kegembiraan.
“Caranya adalah mensyukuri anugerah yang diberikan Sang Pencipta.Begitu banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Apa yang diberikan Allah hingga sekarang, harus kita syukuri. Jangan hanya karena beberapa masalah, kita kecewa, apalagi memutuskannya untuk bunuh diri,” ujarnya
Paman Birin juga mengingatkan kepada para hadirin dan peserta yang kebanyakan dari kalangan mahasiswa akan bahaya narkoba yang dapat merusak saraf berdampak terhadap kejiwaan.
“Saya mengapresiasi peran dari perawat yang merawat para pasien di sini, baik karena penyalahgunaan narkoba maupun gangguan kesehatan jiwa,” ucapnya.
Ke depan diharapkan Paman Birin, RSJ Sambang Lihum dilengkapi berbagai taman dan ruang terbuka hijau yang lebih banyak lagi, agar bisa menambah suasana keasrian dan kegembiraan bagi para pasien dan para aparatur.
Sementara Direktur Utama RSJ Sambang Lihum dr. H. IBG Dharma Putra, MKM, digelar tiga acara sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.
Salah satu isu utama yang disorot dalam Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini adalah masalah bunuh diri.
Pencegahan bunuh diri menjadi fokus utama pada tahun ini, karena bunuh diri setiap tahunnya sangat tinggi di dunia.
Hal ini menjadi perhatian dan kepedulian serius bagi pemerintah dengan kondisi kesehatan jiwa masyarakat Indonesia.
Banyak hal yang menyebabkan orang bunuh diri, salah satunya adalah karena faktor kesepian. Selain itu, kesehatan mental juga menjadi penyebab orang bunuh diri.
“Karena itu, kita ingin memerangi rasa kesepian yang dirasakan, terlebih merasa kesepian di keramaian. Selain itu, menjaga kesehatan mental sejak dini sangat penting diperhatikan di tengah maraknya kasus bunuh diri. Sebab, hal ini dapat memengaruhi orang untuk bunuh diri,” ucapnya.ril



