Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar kegiatan Pembinaan Calon Dewan Hakim dan Juri Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tahun 2020, di Hotel Ade Tamiang Layang, Rabu (16/12/2020).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bartim Habib Said Abdul Saleh yang juga sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Bartim, Kepala Kantor Kemenag Bartim Abdul Majid Rahimi beserta jajarannya, nara sumber Uztad Hairudin yang didatangkan dari Provinsi Kalimantan Tengah, serta 55 orang peserta se-Bartim yang mengikuti kegiatan tersebut.
Habib Said Abdul Saleh selaku Ketua Umum LPTQ Bartim dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada nara sumber dari Palangkaraya yang berkenan hadir memenuhi undangan panitia pelaksana kegiatan.
Menurut Habib Said Abdul Saleh, pengembangan Tilawatil Qur’an merupakan upaya strategis dalam menumbuhkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an.
Terkait hal tersebut, papar Habib Said, keberadaan LPTQ Bartim mempunyai peran penting. Terutama dalam peningkatan semangat umat Islam untuk membaca, memperlajari, memaknai, serta mengamalkan isi dan kandungan Al-Qur’an.
“Berdasarkan hal di atas, LPTQ Kabupaten Barito Timur, melalui seksi pembinaan dan perhakiman, mengadaan program Pelatihan Dewan Hakim se-Kabupaten Barito Timur, yang diikuti oleh utusan dari kecamatan se-Kabupaten Barito Timur. Diharapkan nantinya mereka menjadi calon-calon dewan hakim pada MTQ dan STQ di tingkat Kabupaten, bahkan di tingkat Provinsi,” katanya.
Pelaksanaan pelatihan ini, papar Habib Said, bukan hanya dilaksanakan sebatas jangka pendek. Bukan sebatas persiapan menghadapi MTQ atau STQ saja. Akan tetapi lebih dari itu.
“Pelatihan Dewan hakim ini memiliki tujuan jangka panjang. Yaitu memberikan pemahaman kepada semua dewan hakim yang aktif maupun kader-kader, yang kelak akan menjadi dewan hakim,” tegasnya.
Melalui Pelatihan Dewan Hakim pula, lanjut Habib Said, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan Dewan Hakim ke tingkat yang lebih tinggi. Yaitu terbentuknya karakter Dewan Hakim yang propesional, berkualitas, jujur, dan netral, dalam memberikan penilaian.
“Jadi, para peserta yang telah selesai mengikuti Pelatihan Dewan Hakim inilah yang nantinya bisa kita harapkan untuk mendidik anak-anak kita dalam bidang Tilawah, Tajwid, Fashahah, dan Qiro’at. Dengan demikian, dari tangan-tangan merekalah akan muncul peserta-peserta terbaik yang bisa mewakili Kabupaten Barito Timur di level yang lebih tinggi lagi. Yakni MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, bahkan ke tingkat Nasional,” ujarnya.
Ditemui terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam sekaligus Sekretaris LPTQ Bartim, As’ari, menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan pembinaan calon hakim MTQ dan STQ Kabupaten Bartim yang diselenggarakan oleh koordinator seksi pembinaan dan perhakiman ini.
” Mudah-mudahan ini menjadi awal bekal bagi calon dewan hakim dan juri kita, agar lebih profesional dan berkualitas dalam cara menuangkan penilaian terhadap peserta MTQ dan STQ tingkat Kabupaten Bartim, bahkan kalau memungkinkan juga bisa dipromosikan menjadi dewan hakim tingkat Provinsi Kalimantan Tengah,” katanya.[]



