Abah Moses Ingin Berkebun Jagung, tapi Terkendala Modal

Abah Moses Ingin Berkebun Jagung, tapi Terkendala Modal

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Berto alias Abah Moses, selaku pemilik lahan seluas sekitar 2 hektare di kawasan Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengharapkan bantuan pemerintah untuk membuka lahan guna dijadikan kebun.

“Kita berkeinginan membuka lahan tersebut untuk berkebun, namun terkendala modal. Padahal di lahan tersebut sudah tidak ada lagi pohon besar seperti karet dan pohon lainnya. Semua sudah kita tebang, sebab ingin dibuka untuk berkebun. Tapi semuanya terbengkalai, karena tak ada modalnya,” katanya kepada Maknanews, Jum’at (4/6/2021) pekan kemarin.

Berto mengaku, beberapa waktu lalu sudah pernah mengajukan permintaan bantuan ke Dinas Pertanian, lewat orang lain. Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari orang tersebut.

Tadinya, papar Abah Moses, lahan miliknya itu berupa kebun karet. Sudah tua memang, tapi masih bisa menghasilkan sekitar 5 Kg tiap kali panen. 

Karena hasilnya sudah tak seberapa, maka Abah Moses berencana menggantinya dengan kebun jagung dan tanaman lainnya. Makanya, pohon karet itu ia tebang semua. Namun, ia kemudian terkendala modal. Akhirnya lahan itu dibiarkan saja. 

“Karena lama dibiarkan, maka lahan tersebut kini dikuasai ilalang dan tumbuhan lainnya. Jadi tak  menghasilkan apa-apa, seperti lahan tidur,” ujarnya.

Karena itulah, Berto alias Abah Moses ini berharap kepada Pemerintah Daerah Bartim, melalui Dinas Pertanian, untuk mencarikan solusinya, mengingat dirinya tergolong sudah berumur, tentu tidak bisa lagi bekerja seperti waktu muda.

“Saya yang tua ini bekerja bangunan tidak kuat lagi. Namun kalau berkebun mungkin masih bisa, mengingat pekerjaannya tidak berat. Saat ini saya tidak bekerja, apalagi pandemi saat ini, usaha-usaha lagi lesu,” tuturnya.

Berto berharap, kalau nantinya pihak Pemda Bartim melalui dinas terkait bisa membantu untuk membukakan lahan miliknya itu, ia mau berkebun jagung, kedelai, dan lainya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Bartim, Trikorianto, mengatakan bahwa tahun ini Dinas Pertanian tidak ada program untuk pembukaan lahan.

“Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembukaan lahan, kalau tahun lalu ada,” ujarnya.

Meski demikian, Trikorianto menyatakan, bantuan berupa pupuk dan bibit mungkin ada. Terutama untuk warga yang tergabung dalam kelompok tani.

“Kalau yang untuk umum, mungkin bisa diberi bibit. Kalau pupuk dan herbisida harus tergabung di kelompok tani. Kalau mau bibit, datang saja langsung ke bidang tanaman, cukup membawa potocopy KTP,” ujarnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *