Diskominfo Statistik dan Persandian Banjar Sambangi Balangan

Diskominfo Statistik dan Persandian Banjar Sambangi Balangan

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

PARINGIN – Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kominfo Kabupaten Balangan.

Kunjungan ini dalam rangka berbagi informasi, terkait penggunaan sertifikat tanda tangan alat elektronik. Pertemuan digelar di Ruang Rapat Diskominfo Balangan. Kamis (29/7/2021).

Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM A Basith, mengatakan, maksud kedatangan pihaknya ke Diskominfo Balangan ini untuk menggali tentang sertifikat tanda tangan alat elektronik.

“Seperti diketahui, peralatan elektronik tentunya sangat diperlukan sekali di era sekarang ini,” katanya.

Basith menambahkan, berdasarkan informasi yang didapat bahwa Kabupaten Balangan banyak memiliki tempat maupun area yang blank spot.

Untuk itu Basith sangat mengapresiasi langkah Kabupaten Balangan yang bisa mensiasati hal tersebut, dengan cara mendirikan menara oleh pemerintah daerah.

“Oleh karena itu kami ingin belajar bagaimana pendanaan dan sistem pengadaannya, sehingga kita bisa menyelesaikan permasalahan blank spot yang ada di Kabupaten Banjar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Balangan, M Noor, menyampaikan bahwa untuk di Balangan ada dua instansi yang telah menggunakan tanda tangan alat elektronik ini. Yaitu Dukcapil dan DPMPTSP.

Ke depan, ungkap M Noor, pihaknya juga akan merencanakan penggunaan tanda tangan alat elektronik untuk dinas vertikal di Balangan. Yaitu Badan Keuangan Daerah, Bappeda, dan BKPPD.

“Kita sudah merencanakan dalam beberapa waktu lalu bersama kabid layanan e-Government, kita akan melakukan konsultasi ke provinsi, namun sempat tertunda karena adanya PPKM yang diberlakukan,” bebernya.

M Noor juga menjelaskan, untuk kisaran biaya pembangunan menara tersebut hanya sekitar Rp200 juta. 

“Cukup dengan mendirikan menara di halaman kantor desa dengan radius jarak 50 meter, maka masyarakat sudah bisa melakukan kegiatan yang dilaksanakan secara virtual,” ucapnya.

Terakhir, M Noor berharap terkait visi misi kepala daerah tentang internet masuk desa yang direncanakan dalam waktu dua tahun ke depan sudah bisa diselesaikan.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *