Yani Berharap PMP Diterapkan Lagi

Yani Berharap PMP Diterapkan Lagi

Diposting pada

BATULICIN – Anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi memandang bahwa wawasan kebangsaan dan Ideologi Pancasila bisa kembali diaplikasikan sebagai pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

 

 “Tahun 80 – 90an itu masih ada mata pelajarannya Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan sejarah bagaimana Indonesia bisa berdiri yang mana mengamalkannya bersama UUD 1945,” ujarnya usai menggelar Sosialisasi Wawasan kebangsaan dan Ideologi Pancasila, di Kelurahan Gunung Tinggi, Batulicin, Tanah Bumbu, Jumat (8/4) sore.

 

Bisa diterapkannya ideologi Pancasila serta wawasannya di satuan pendidikan, menurut Wakil Ketua di Komisi II di DPRD Kalsel ini, merupakan bentuk marwah dalam menjaga kearifan lokal yang berdaulat dan bernegara di Indonesia.

 

“Ini penting, ketika melihat negara luar begitu hebatnya secara pembangunan baik dari politik dan ekonominya, tetapi, jangan sampai terlalu banyak mengadopsi budayanya dan itu tidak saya inginkan,” papar Politisi dari Fraksi Partai Golkar Kalsel.

 

Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kalsel itu juga menggambarkan soal kecintaan terhadap negara Indonesia yang tak hanya didapatkan dari hasil sosialisasi melainkan bangku sekolah juga berperan penting dalam membentuk karakter.

 

“Karakternya ya kecintaan dalam membela negara kesatuan RI sehingga persatuan pun terjaga dengan baik terutama di Kalsel melalui mata pelajaran Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila yang dimasukkan secara eksklusif,” bebernya.

 

Selain itu, dirinya menyebut, kecintaan terhadap negara sudah tergambar sejak zaman penjajahan melalui pejuang kemerdekaan.

 

“Jadi generasi muda masih punya PR, apa itu, yaitu menjaga kesatuan dan persatuan sebagai bingkai NKRI yang berdaulat, cinta tanah air,” harap Paman Yani (sapaan akrab).

 

Sehingga, ia berharap, pembelajaran PMP sebagai landasan dan membentuk karakter Pancasila generasi muda yang kuat bisa dihidupkan kembali.

 

“Inilah yang selalu kita harapkan bersama. Supaya, kaum milenial di Kalimantan Selatan dapat terus memahami karakter serta nilai-nilai ideologi pancasila sebagai wawasan bernegara,” pungkasnya.[] 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *