Respon Kami terhadap Pemindahan Ibu Kota Provinsi

  • Whatsapp
ilustrasi

PENETAPAN ibu kota baru Provinsi Kalimantan Selatan menuai pro dan kontra. Saat ini Pemkot Banjarmasin selaku ibu kota Provinsi mengajukan judicial review atas penetapan tersebut. Hal ini dilakukan karena berdasarkan pengakuan Pemkot Banjarmasin tidak dilibatkan dalam pembahasan undang-undang tersebut. Hal ini tentu merupakan tindakan wajar yang diambil oleh pemkot Banjarmasin mengingat Kota Banjarmasin telah menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan dalam kurun waktu yang sangat lama.

Sebagai remaja yang berdomisili di sekitaran kota Banjarbaru, kami cukup menyambut baik penetapan pemindahan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini menurut kami akan membawa pengaruh positif bagi berbagai aspek di Banjarbaru dan sekitarnya. Jika dilihat dari dari segi geografis, Banjarbaru lebih dekat dengan Hulu Sungai serta Tanah Laut dan Tanah Bumbu, sehingga mobilisasi akan lebih dekat. Mobilisasi ini akan memudahkan proses pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan secara umum. Letak geografis dan infrastruktur jalan raya yang sudah ada menempatkan Banjarbaru berada di tengah antara 11 kabupaten dan Kota Banjarmasin. Namun, perkembangan dan peran ekonomi Banjarbaru ke depan sangat bergantung pada kualitas desain pembangunan jangka panjang dan jangka menengah.

Selain itu, jika dilihat dari segi masyarakat, masyarakat Banjarbaru yang heterogen menempatkan Banjarbaru pada posisi yang tepat jika ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi, mengingat ibu kota akan menjadi wadah berkumpulnya masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda. Sehingga akan lebih mudah bagi masyarakat Banjarbaru untuk menyesuaikan diri dengan pola masyarakat yang semakin beragam nantinya jika Banjarbaru benar-benar ditetapkan menjadi ibu kota provinsi.

Dengan penetapan Banjarbaru menjadi ibu kota provinsi, maka Martapura juga diharapkan terpicu untuk semakin berkembang. Efek domino ini diharapkan berdampak baik kepada masyarakat di Banjarbaru dan Martapura. Tingkat perekonomian akan meningkat di kedua kota tersebut, sehingga daya beli masyarakat juga akan meningkat.

Setelah sektor ekonomi meningkat, sektor lain yang akan berkembang adalah pendidikan. Dengan penetapan terebut pendidikan akan terpicu untuk semakin berkembang. Pembangunanan pendidikan tentu harus menjadi perhatian ibu kota baru untuk dikembangkan. Hal ini bukan tanpa dasar, betapa tidak, pendidikan bagaimanapun selalu menjadi tolak ukur suatu komunitas masyarakat dipandang baik atau tidak.

Penyusun: Riska Amelia, Oktaviani Lativa Rahmadani, Siti Bella Listiyani, Muhammad Ihsan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.