TAMIYANGLAYANG – Jumlah bidan yang aktif melayani ibu hamil/melahirkan di Kabupaten Barito Timur (Bartim) tercatat sebanyak 223 orang.
“Mereka semua tersebar di 10 kecamatan di seluruh Barito Timur,” kata Ketua Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) sekaligus Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Bartim, Kariawati A Md Keb, dalam sambutannya pada peringatan HUT IBI Ke-71 yang digelar di Pendopo Perkemahan Bangi Wa’o, Tamiyanglayang, Sabtu (23/7/2022).
Kariawati menjelaskan, seluruh bidan di Bartim senantiasa bekersama dengan pemerintah daerah dalam melayani Ibu-ibu dari umur hamil 0 (nol) sampai Lansia.
“Layanan yang diberikan bidan ini berkaitan pula dengan masalah stanting. Para bidan tersebut memberikan pelayanan di setiap Puskesmas dan Polindes yang tersebar pada 10 kecamatan di seluruh Bartim,” ujarnya.
Menurut Kariawati, sejauh ini Kabupaten Bartim belum menerapkan pelayanan melahirkan gratis sebagaimana yang diprogramkan oleh Pemerintah Pusat.
“Pelaksanaan program tersebut akan kita koordinasikan terlebih dulu dengan Dinas Kesehatan Bartim,” tuturnya.
Di sisi lain, Kariawati menyampaikan harapan kepada seluruh bidan di Bartim agar selalu melayani warga dengan sepenuh hati.
“Masudnya, melayani semua kalangan masyarakat, baik itu yang mampu, tidak mampu, jabatan yang tinggi, yang rendah, atau warga yang tidak memiliki jabatan. Yang jelas melayani tidak pilih-pilih orangnya, karena itu termasuk dalam sumpah jabatan seorang bidan,” ujarnya.
Kariawati menyebutkan, 223 bidan tadi adalah yang terdaftar di Dinkes Bartim, termasuk pengsiunan bidan yang masih aktif menolong orang melahirkan. Mereka ada yang berstatus ASN, P3K, ada juga yang bekerja di klinik swasta dan klinik perusahaan.
“Apabila ada warga yang merasa tidak dihiraukan bidan ketika diminta menolong orang melahirkan, silahkan warga yang bersangkutan mengadu ke Puskesmas setempat atau ke Dinas,” tutup Kariawati.[]
Editor : Almin Hatta



