Kalsel Tawarkan Potensi Investasi kepada ANC Japan

Diposting pada

BANJARMASIN – Kalimantan Selatan menawarkan sejumlah potensi investasi kepada ASEAN Nagoya Club Japan.

Hal itu dilakukan dalam kegiatan Pamer Borneo 2022 di Nagoya, Jepang, Jumat (2/9). 

Delegasi Kalsel dipimpin Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan bersama Plt. Kadis PMPTSP Provinsi Kalimantan Selatan. Dari pihak ANC Japan hadir Mr Takashi Ori (President of ANC Japan) memiliki jaringan ke Rumah sakit, manufaktur; Mr. Hisaya Matsuhisa (Director of President One), consultan Toyota Japan. memiliki jaringan Pengolahan sampah dan smelter; Mr Hiropisa Tanaka (Director of Denko) Perusahaan IT dan pengembangan wisata. 

Pada kesempatan tersebut dipaparkan posisi strategis Kalsel sebagai Gerbang Maritim Ibukota Nusantara, dengan potensi wilayah/kawasan meliputi Metropolitan Banjarbakula, Kawasan Industri Batulicin dan Jorong, KEK Mekarputih dan Pegunungan Meratus sebagai Inspiring Global Geopark Unesco, serta kondisi ekonomi makro Kalsel oleh Imam Subarkah Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kadis PMPTSP Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, secara detail memaparkan potensi Kalsel dari sektor tambang, kehutanan dan limbah serta kesehatan. 

Dijelaskan, potensi pemanfaatan limbah B3 pelumas bekas dengan volume hampir 198.000 ton/tahun, limbah infeksius dan limbah spesifik B3 lainnya, dan kesiapan Rumah Sakit Ulin untuk menerima investasi sebagai RS Pusat Jantung dan Kanker Terpadu serta RS Ansari Saleh sebagai Pusat Infeksi dan Syaraf Terpadu.

Menurut Hanifah, pihak ANC Japan menyambut dengan sangat baik terhadap pemaparan yang telah disampaikan dan menyatakan ketertarikan dan minat. 

Informasi yang disampaikan memberikan gambaran penting itu, kata dia, selanjutnya akan dipelajari dan dilakukan pendalaman potensi investasi dari Kalimantan Selatan. 

“Mereka sangat tertarik dengan posisi strategis Kalsel sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara, dan segera pasca kedatangan delegasi Kalsel ke Jepang ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya di Indonesia,” pungkas Hanifah, Sabtu (3/9).[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *