Tekankan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal, Syarifah Rugayah : Bukan Hanya Tugas Sekolah

Diposting pada

MARTAPURA – Anggota DPRD Kalsel Syarifah Rugayah khawatir digitalisasi menggerus nilai-nilai budaya.

Dia pun melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan (sosper) di Desa Sungai Bakung, Kabupaten Banjar, Senin (16/1).

Syarifah Rugayah menyampaikan, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal merupakan salah satu solusi untuk menghadapi isu tersebut.

Menurutnya, penanaman kearifan lokal melalui lingkungan pendidikan dapat membekali generasi muda akhlak hidup berbangsa dan bernegara.

“Dengan adanya Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal ini, pemerintah berharap pendidikan di Kalimantan Selatan akan menjadi lebih baik,” katanya.

Diungkapkannya lagi, kearifan lokal dapat dijadikan sumber inspirasi pembelajaran bagi siswa dalam mengembangkan karakter diri. Syarifah Rugayah menilai, hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga orang tua dan masyarakat.

“Waktu anak berada di sekolah sangat singkat, sehingga diperlukan pemahaman bagi masyarakat tentang pendidikan yang wajib diberikan untuk anak,” ucapnya.

Dia pun menekankan adanya kerja sama antara sekolah dan orang tua siswa agar pelaksanaan pendidikan berbasis budaya banua dan kearifan lokal lebih efisien.

“Setiap sekolah harus memiliki komite atau perkumpulan orang tua murid yang memiliki struktur organisasi dan memberikan ruang untuk dialog antara orang tua murid,” pungkasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *