BANJARMASIN – Kegiatan Laku Dalam Ruang (LDR) yang merupakan rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023 hampir mencapai puncaknya. Seniman residensi yang ditempatkan di Banjarmasin pun mulai beraksi.
Seperti yang dilakukan Rusdi Hendra, seniman yang datang dari Yogyakarta ini melakukan aksi bersama pemuda Alalak Selatan Banjarmasin, Kamis (7/9) di aula Kantor Kelurahan Alalak Selatan. Mereka mengecat dayung (pengayuh) menjadi lebih berwarna-warni.
Aksi itu dibalut dengan kegiatan lokakarya (workshop) yang bertajuk “Dayung (Pengayuh) sebagai Media Ekspresi”. Rusdi juga melibatkan Nasrullah pengrajin setempat untuk berbicara kepada para pemuda bagaimana makna dan jenis pengayuh yang ada di sekitar Alalak Selatan.
LDR di Banjarmasin memusatkan perhatian kepada eksistensi Pasar Terapung Kuin. Rusdi bilang, aksi ini untuk meningkatkan kesadaran bersama terkait Pasar Terapung itu sendiri. Dayung dinilai properti yang punya ikatan kuat dengan tradisi sungai yang ada di Banjarmasin.
“Dayung jadi simbol harmoni manusia dan alam,” ujarnya.
Excelsior Dance Project (EDP) Banua yang dipimpin seniman Gita Kinanti adalah mitra lokal LDR di Banjarmasin. Dijelaskan, puncak kegiatan ini akan berlangsung pada 9 September 2023 mendatang. Ada presentasi akhir seniman residensi bertajuk “Batiti ka Muara”. Kegiatan dipusatkan di Dermaga Pasar Terapung Kuin, Alalak Selatan.
Selain itu, di hari yang sama, ada kegiatan “Mamasar Apung” yang berlangsung pagi hari. EDP Banua mengajak sejumlah pihak, perwakilan pemerintah, seniman, akademisi, hingga komunitas masyarakat, untuk berkunjung ke Pasar Terapung Kuin.
Rangkaian itu disambung teatrikal “Ritus Pangayuh” menuju Dermaga Pasar Terapung Kuin. Seniman mitra lokal dan residensi melakukan kolaborasi dalam rangkaian ini.
Seniman yang residensi di Banjarmasin dalam LDR tidak cuma Rusdi. Ada juga Yeni Wahyuni dari Padang Panjang Sumatra Barat. Yeni akan menggelar “Sambang Sore Hari-Madihin Mangganang Pasar Terapung”, yang melibatkan Maestro Seni Madihin Anang Syahrani.
“Batiti ka Muara adalah kolaborasi dua seniman tersebut. Yeni bersama anak-anak RT 2 Alalak Selatan tampil dalam pertunjukkan, Rusdi dengan seni instalasinya,” ungkap Gita.[]




