David Hockney, salah satu seniman kontemporer paling terkenal dan dihormati di dunia, memiliki karier yang mencakup berbagai bidang seni, mulai dari desain panggung hingga seni grafis. Namun, namanya paling dikenal berkat karya-karya lukisannya yang ikonik.
Menariknya, sebuah pameran besar yang merangkum perjalanan kariernya akan digelar di Paris pada musim semi mendatang. Pameran tersebut akan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan seni Hockney.
Dari 9 April hingga 1 September, Fondation Louis Vuitton – bangunan ikonis berbentuk “awan kaca” karya arsitek Frank Gehry – akan dipenuhi oleh koleksi karya Hockney. Koleksi ini mencakup lukisan, cetakan, hingga foto-foto, termasuk mahakarya terkenalnya, A Bigger Splash.
Tidak hanya menampilkan karya-karya klasik, pameran ini juga akan menyuguhkan lukisan-lukisan baru yang diciptakan dalam beberapa minggu terakhir. Beberapa karya yang belum pernah dipamerkan ke publik sebelumnya juga akan menjadi bagian dari pameran ini. Sir Norman Rosenthal, mantan kepala kurator Royal Academy of Arts, akan mengkurasi pameran ini, termasuk menyertakan potret baru sebagai salah satu atraksi utamanya.
Berbicara tentang pameran ini, Rosenthal menyampaikan kepada The Guardian: “David Hockney adalah salah satu seniman terbesar. Ia bisa dibilang setara dengan Van Gogh di era modern. Ia adalah sosok yang serius namun sangat mudah didekati, seorang seniman sekaligus filsuf. Bekerja dengannya dalam skala besar seperti ini adalah pengalaman yang luar biasa.”
Salah satu karya baru yang akan ditampilkan adalah Play in a Play, yang menggambarkan Hockney merenungkan hasil karyanya sendiri. Karya ini melengkapi koleksi sebelumnya, seperti Renaissance Head (1963), yang dibeli oleh Yayasan Gulbenkian di Lisbon tak lama setelah Hockney lulus dari Royal College of Art.
Selain itu, satu lantai penuh akan didedikasikan untuk karya-karya Hockney tentang Normandia. Lukisan-lukisan ini, yang dibuat di atas kanvas maupun iPad, sebagian besar belum pernah dipamerkan kepada publik sebelumnya.



