Harga Cabai Naik, Kalsel Siap Kendalikan Inflasi dengan Gerakan Menanam

Diposting pada

BANJARBARU— Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantau perkembangan harga dan inflasi. Lewat rapat koordinasi yang digelar secara daring pada Selasa (21/4), Pemprov Kalsel ikut membahas langkah pengendalian inflasi bersama pemerintah pusat dan daerah lainnya se-Indonesia.

Rapat yang dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian ini diikuti oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Sutikno, mewakili Gubernur H. Muhidin. Ia menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kalsel masih dalam batas aman.

“Inflasi kita masih terkendali, year-on-year 1,2 persen, month-to-month 1,9 persen. Tapi memang kita harus waspada karena harga cabai rawit sekarang cukup tinggi secara nasional,” ujar Sutikno.

Untuk mengatasi ini, Gubernur Kalsel akan mendorong seluruh kabupaten/kota di Kalsel agar mulai menanam cabai sendiri.

“Cabai itu nggak perlu lahan khusus, bisa ditanam di banyak tempat. Jadi tiap daerah bisa tanam dan penuhi kebutuhan sendiri,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan bisa bantu jaga harga tetap stabil, apalagi saat ini harga cabai rawit sudah tembus Rp100 ribu per kilogram.

Kalsel juga tercatat punya Indeks Perkembangan Harga (IPH) nomor tiga terendah se-Indonesia, yang artinya harga-harga di pasaran relatif stabil. Selain cabai, komoditas seperti bawang merah dan putih juga ikut memengaruhi inflasi.

Untuk jangka pendek, operasi pasar tetap digelar baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Sutikno juga berharap ada dukungan dari instansi vertikal dan perusahaan-perusahaan lewat program CSR.

Mendagri Tito mengingatkan bahwa inflasi harus tetap dijaga agar tidak terlalu tinggi, tapi juga tidak terlalu rendah. Deflasi bukan selalu hal baik, karena bisa jadi tanda daya beli masyarakat menurun.

Ia juga mengajak semua daerah untuk aktif pantau harga dan stok barang penting, serta dorong gerakan menanam agar pasokan tetap aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *