Wakil Ketua DPRD Kalsel Desy Oktavia Sari blusukan ke Desa Banua Halat Kanan dan Desa Keramat, Kabupaten Tapin pada hari kedua masa reses, Senin (12/5). Kunjungan kerja ini menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan harapan mereka.
Di tengah sambutan hangat warga, beberapa isu krusial mengemuka. Permintaan perbaikan jalan usaha tani menjadi sorotan utama. “Jalan yang rusak parah menyulitkan kami mengangkut hasil bumi ke pasar,” keluh seorang petani. Persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang belum merata juga menjadi perhatian serius. Tokoh masyarakat setempat menegaskan, “Keterlambatan pupuk berarti ancaman bagi hasil panen kami.”
Dunia pendidikan menjadi perhatian berikutnya. Warga mendesak pembangunan pesantren untuk memperkuat pendidikan agama anak-anak. “Kami ingin generasi muda punya pondasi akhlak yang kuat,” tutur seorang orang tua. Tak kalah penting, permintaan untuk pengembangan SMK dengan fasilitas memadai. “Anak-anak butuh keterampilan praktis yang bisa langsung digunakan bekerja,” tegas warga lainnya.
Merespons berbagai keluhan tersebut, Desy menegaskan komitmennya. “Saya di sini bukan sekadar mendengar, tapi akan memperjuangkan ini semua hingga ke tingkat kebijakan,” ujarnya penuh semangat. Politikus perempuan ini menekankan, reses adalah momen sakral untuk menyelami denyut nadi rakyat sebenarnya.
Di penghujung kunjungan, Desy berjanji akan mengklasifikasikan setiap aspirasi berdasarkan kewenangan. “Yang menjadi wewenang provinsi akan kami bawa ke DPRD, sedangkan untuk kabupaten akan kami koordinasikan dengan pemda,” jelasnya. Ia pun memastikan akan melakukan pengawalan hingga aspirasi warga benar-benar terealisasi.



