Kalsel Ditunjuk Jadi Tuan Rumah FMTI 2025, Musik Tradisi Siap Bergaung di Banjarmasin

Diposting pada

BANJARMASIN – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menunjuk Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2025 untuk wilayah Kalimantan. Penunjukan ini ditegaskan melalui surat yang ditandatangani Direktur Film, Musik, dan Seni, Syaifullah.

Penunjukan ini tak lepas dari kekayaan musik tradisi Banjar yang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana menjaga identitas budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan FMTI Kalsel untuk pertama kalinya ini. Program ini akan kami dukung penuh sebagai upaya pelestarian dan pengembangan musik tradisi di Kalimantan Selatan,” kata Penjabat Sekda Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Jumat (5/7/2025).

Ia menilai FMTI tepat digelar pada Agustus, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Kalsel. “Kehadiran FMTI Kalsel akan menjadi ajang apresiasi bagi pelaku musik tradisi di Kalsel,” imbuhnya.

Tak hanya dukungan moral, Pemprov Kalsel juga berkomitmen mengalokasikan anggaran pendukung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin HR, juga menyatakan dukungannya. “Kami siap mendukung program Kementerian Kebudayaan dalam pelaksanaan FMTI ini. Ini bentuk nyata kolaborasi dalam pemajuan kebudayaan,” katanya. Yamin berharap FMTI menjadi bagian dari perayaan 500 Tahun Kota Banjarmasin, sekaligus memperkuat identitas kota pusaka.

Antasan Banjar, Semangat Lokalitas

Direktur FMTI Kalsel, Novyandi Saputra, mengatakan festival ini akan menjadi festival musik etnik pertama yang berdiri mandiri di Banjarmasin. Selama ini, musik tradisi di Kalsel kerap hanya menjadi pelengkap di acara seni lainnya, seperti tari atau teater.

“FMTI Kalsel akan menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem musik tradisi, baik pelestarian maupun penciptaan karya-karya musikal baru,” ujar Novyandi.

Tahun ini, FMTI mengusung tema nasional “Ethnogroove”, yakni merayakan akar tradisi dengan sentuhan energi musik kekinian. Di Kalsel, tema lokalnya diangkat menjadi “Antasan Banjar” yang melambangkan kesinambungan dan regenerasi musik tradisi Banjar.

Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Agustus 2025 di Panggung Siring Balai Kota Banjarmasin. Ketua IWMS, Amar Aprizal, menjelaskan FMTI Kalsel akan menampilkan musisi tradisi dari Kalsel, luar daerah, hingga nasional. Selain pertunjukan, akan digelar workshop peningkatan kapasitas musikal dan digitalisasi musik bagi para pelaku seni.

Tak hanya soal musik, FMTI Kalsel juga akan menghadirkan Expo Kreatif dan UMKM. “Expo ini strategi kami menghubungkan festival dengan ekonomi kerakyatan dan memberdayakan pelaku usaha lokal,” pungkas Amar.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, FMTI 2025 di Kalsel diharapkan menjadi panggung penting bagi musik tradisi untuk terus hidup dan berkembang, sekaligus memperkuat jati diri budaya Banua.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *