Rabu pagi (30/7) di Kantor Adaro Dahai, suasana haru menyelimuti ruang pelepasan 19 mahasiswa asal Kalimantan yang akan berangkat menempuh studi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka adalah penerima Beasiswa Utusan Daerah (BUD)—sebuah program pemberdayaan pendidikan yang diinisiasi dan didukung penuh oleh PT Adaro Indonesia.
Bagi para mahasiswa dan orang tua, ini bukan sekadar keberangkatan ke perguruan tinggi, melainkan awal dari perubahan besar dalam hidup.
“Saya tidak pernah membayangkan anak saya bisa kuliah di kampus ternama di Jawa. Semua ini bisa terjadi karena ada yang peduli,” ucap salah satu orang tua dengan mata berkaca.
Sejak diluncurkan, program BUD IPB menjadi salah satu wujud nyata komitmen Adaro dalam mendukung pembangunan manusia melalui jalur pendidikan. Tahun ini, sebanyak 19 anak muda dari daerah Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Barito Timur, Barito Selatan, dan Barito Kuala dinyatakan lolos seleksi.
“Dari sekian ratus pendaftar, hanya 19 yang terpilih berdasarkan kapasitas akademik dan latar belakang daerah,” ujar Aan Nurhadi, CSR Section Head PT Adaro Indonesia.
Tak sekadar membiayai kuliah, beasiswa ini mencakup biaya hidup, tempat tinggal, layanan kesehatan, bantuan skripsi, hingga pembiayaan co-ass untuk mahasiswa kedokteran hewan. Seluruh dukungan diberikan untuk jangka waktu maksimal lima tahun masa studi.
Menurut Aan, program ini bukan sekadar tanggung jawab sosial perusahaan, tapi bagian dari strategi keberlanjutan Adaro untuk ikut menciptakan generasi unggul dari wilayah sekitar operasional.
“Kami tidak ingin anak-anak daerah hanya jadi penonton pembangunan. Lewat pendidikan, mereka bisa jadi pelaku utama yang membawa kemajuan untuk banua mereka sendiri,” tegasnya.
Adaro juga menerapkan sistem pemantauan berkala agar perkembangan akademik dan kesejahteraan mahasiswa tetap terjaga. Monitoring dilakukan melalui pertemuan daring minimal sebulan sekali, serta komunikasi terbuka setiap waktu.
“Kami ingin mereka tahu, meski jauh dari rumah, mereka tidak sendirian. Ada yang siap membantu kapan pun dibutuhkan,” tambah Aan.
Kehadiran alumni juga menjadi bukti dampak jangka panjang program ini. Salah satunya adalah Aldi Alparando, penerima BUD IPB tahun 2016 yang kini telah bergabung sebagai karyawan di Adaro.
“Program ini bukan sekadar memberi biaya. Tapi juga membuka cara pandang baru, memberi kesempatan untuk tumbuh sebagai pribadi mandiri,” ujar Aldi.
Ia berpesan kepada adik-adik penerima beasiswa untuk tetap fokus, menjaga semangat belajar, dan tidak lengah oleh kenyamanan hidup di kota.
“Enam bulan pertama adalah waktu penting. Gunakan itu untuk belajar cara belajar, mengenal lingkungan, dan membentuk karakter,” katanya.
Saat mobil-mobil mulai bergerak meninggalkan halaman kantor, para orang tua melambaikan tangan terakhir. Di balik pelukan dan air mata, ada kebanggaan yang sulit disembunyikan: anak-anak mereka melangkah membawa masa depan baru—dan Adaro ada di belakang mereka, mendampingi tiap langkah itu.[]



