BANJARMASIN — Pihak SMKN 5 Banjarmasin memberikan klarifikasi terkait pemberitaan media daring yang menyebut adanya keberatan orang tua siswa atas sumbangan di sekolah, Senin (15/12). Kepala SMKN 5 Banjarmasin, Dr. Drs. H. Syahrir, MM, menegaskan bahwa sumbangan tersebut murni bersifat sukarela dan tidak mengikat.
Menurutnya, setiap tahun sekolah menggelar rapat bersama orang tua/wali siswa untuk menyampaikan perkembangan pembelajaran, pembinaan karakter, hingga rencana kegiatan sekolah secara terbuka. Ia menduga keluhan yang muncul berasal dari informasi yang tidak diterima secara utuh.
Dalam rapat tersebut, Ketua Komite Sekolah Husaini menjelaskan bahwa partisipasi orang tua telah melahirkan manfaat nyata, salah satunya pembangunan musholla sekolah yang tidak dapat dibiayai melalui dana BOS maupun BOSDA. Musholla tersebut mendukung program salat berjamaah bagi lebih dari 2.000 siswa SMKN 5 Banjarmasin.
Dr. Syahrir menepis anggapan adanya paksaan. “Tidak ada kewajiban, tidak ada sanksi. Ada yang menyumbang kecil, ada pula yang tidak sama sekali, dan itu tidak dipersoalkan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa praktik tersebut sesuai Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, yang memperbolehkan partisipasi masyarakat sepanjang sukarela.
Selain musholla, dana sukarela juga diarahkan untuk melengkapi ruang kelas lantai dua yang belum dapat difungsikan akibat keterbatasan anggaran pemerintah. Sekolah menilai keterlibatan orang tua sebagai bentuk gotong royong, bukan pungutan.
Ketua Komite Sekolah Husaini berharap proses pendidikan di SMKN 5 Banjarmasin tetap berjalan lancar dan kondusif melalui kerja sama sekolah, komite, dan orang tua.
Pihak sekolah mengajak media dan masyarakat menyikapi informasi secara berimbang agar semangat kebersamaan dalam mendukung pendidikan tidak terganggu.[]



