Tokoh Agama Kalsel Guru H. Adam Noor Syarkawi Tegaskan Dukungan Polri Tetap di Bawah Presiden

Guru H. Adam Noor Syarkawi. (ISTIMEWA)

BANJARMASIN  — Tokoh agama Kalimantan Selatan, Guru H. Adam Noor Syarkawi, menyatakan sikap mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar tetap berada langsung di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan melalui video pernyataan resmi yang beredar di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Guru Adam menegaskan bahwa sikap tersebut bukan hanya pandangan pribadi, melainkan juga mewakili aspirasi masyarakat Kalimantan Selatan, para alim ulama, serta tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Ulun mewakili masyarakat Kalimantan Selatan, insyaAllah juga mewakili cinta tanah air, para alim ulama, dan tokoh masyarakat. Ulun sangat mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada di bawah kepemimpinan langsung Bapak Presiden dan dipilih melalui mekanisme DPR RI,” ujarnya.

Sebagai tokoh agama, Guru Adam menilai keberadaan Polri masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik sebagai institusi penegak hukum maupun sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Ia mengakui bahwa reformasi internal kepolisian terus berjalan dan perlu didukung secara bersama-sama.

“Kondisi masyarakat kita saat ini masih membutuhkan Polri. Walaupun reformasi terus bergulir, kita ingin kepolisian benar-benar menjadi penegak hukum, pelayan masyarakat, dan pengayom masyarakat,” lanjutnya.

Deskripsi Gambar

Ia juga menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat, agar institusi kepolisian semakin dipercaya dan dicintai oleh rakyat.

“Harapan ulun, Polri itu ada di hati dan pikiran masyarakat. Artinya Polri dicintai oleh masyarakat. Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk membangun sinergi antara masyarakat, hukum, dan kepolisian,” pungkasnya.

Pernyataan Guru H. Adam Noor Syarkawi menambah daftar dukungan dari kalangan tokoh agama dan masyarakat di Kalimantan Selatan terhadap kebijakan mempertahankan Polri tetap berada langsung di bawah Presiden, sekaligus menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian.[]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *