BANJARBARU – IB Production kembali menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan kreativitas seni sejak usia dini yang berkelanjutan di Kota Banjarbaru. Konsistensi itu ditunjukkan melalui pentas tunggal awal tahun bertajuk “Pentas Petuah” yang digelar di Mess L Creative Cultural Banjarbaru, Sabtu (31/1/2026) malam.
Pementasan ini menjadi bukti nyata pola pembinaan berjenjang yang diterapkan IB Production, mulai dari anak-anak hingga aktor dewasa, dalam satu ruang pertunjukan yang sehat, produktif, dan edukatif.
Pentas diawali dengan teater kolosal anak bertema Kerajaan Burung, yang menampilkan imajinasi dan kreativitas seniman cilik dalam kemasan artistik. Pertunjukan tersebut menunjukkan bagaimana anak-anak tidak hanya diberi ruang tampil, tetapi juga dibina keberanian, ekspresi, dan disiplin berkesenian sejak dini.
Sementara itu, aktor dan aktris dewasa IB Production turut tampil membawakan karya “Kepala Hayaman”, yang sebelumnya mengharumkan nama Kota Banjarbaru dengan meraih juara umum Festival Teater Palui se-Kalimantan Selatan 2025 di Banjarmasin.
Antusiasme publik terlihat tinggi. Penonton tak hanya datang dari Banjarbaru, tetapi juga dari Banjarmasin, Amuntai, Pelaihari, Martapura hingga wilayah Hulu Sungai. Kehadiran mereka menjadi indikator kuat bahwa geliat seni yang dibangun IB Production mendapat respons luas dari masyarakat.
Ketua Harian Dewan Kesenian Kota Banjarbaru sekaligus Komisaris IB Production, A. Yani Makkie, mengapresiasi pelaksanaan pentas tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi seniman.
“Anak-anak tadi tampil sangat enjoy dan bebas. Bakat serta minat mereka tersalurkan dengan baik. Pentas seperti ini perlu sering dilakukan agar mereka terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Yani, Pentas Petuah memiliki nilai strategis dalam mengasah kreativitas dan keberanian peserta lintas usia, dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
“Ini ruang konkret bagi peserta kelas teater untuk mengekspresikan kemampuan akting mereka. Dewan Kesenian tentu akan selalu mendukung kegiatan positif seperti ini,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari penikmat seni asal Banjarmasin, Hawari, yang mengaku sengaja datang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Ia menilai kehadiran IB Production memberikan dampak nyata bagi perkembangan kesenian lokal Banjarbaru.
“Mulai dari musik panting sampai pertunjukan lintas usia, ulun merasa sangat komplet. IB Production juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan pegiat seni. Kegiatan seperti ini harus dipertahankan,” ungkapnya.
Melalui Pentas Petuah, IB Production diharapkan terus menjadi motor penggerak seni pertunjukan sekaligus bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi anak usia dini, pelajar, mahasiswa, hingga pegiat seni dalam membangun dan melestarikan budaya lokal.
Pentas tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Noor Purbani Sukma Alamsyah, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Rahmi Fahrina serta Kasi Kemitraan dan Kelembagaan Bidang Kebudayaan Surianto, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan seni dan budaya daerah.[]



