Balangan, Masa transisi pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong, Kabupaten Balangan, masih berlangsung hingga 4 Februari 2026. Selama periode tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan terus mengintensifkan berbagai upaya pemulihan di sejumlah sektor terdampak.
Upaya pemulihan meliputi pendampingan psikososial atau trauma healing bagi warga terdampak, perbaikan rumah yang mengalami kerusakan, serta pembenahan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang pada Desember 2025 lalu.
Meski progres pemulihan terus berjalan, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa proses tersebut belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah pekerjaan fisik, khususnya perbaikan infrastruktur, masih membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk diselesaikan secara menyeluruh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan, H. Rahmi, mengatakan pihaknya berencana mengusulkan perpanjangan masa transisi pemulihan kepada pimpinan daerah sebagai langkah strategis untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.
“Nanti akan kami rekomendasikan kepada pimpinan daerah melalui rapat tingkat SKPD yang direncanakan besok untuk mematangkan data progres di lapangan sekaligus menjadi bahan pertimbangan perpanjangan masa transisi,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Rahmi menjelaskan, penetapan masa transisi tahap pertama selama satu bulan dimaksudkan sebagai bahan evaluasi awal terhadap capaian pemulihan di seluruh sektor terdampak bencana.
“Insya Allah, berdasarkan rekomendasi yang akan kami sampaikan kepada Bupati Balangan, status masa transisi ini akan diperpanjang,” tambahnya.
Terkait durasi perpanjangan, Rahmi menyebutkan hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan.
“Jika memang diperlukan hingga tiga bulan untuk benar-benar pulih, maka akan ditetapkan sampai tiga bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari sisi pemulihan psikologis, masyarakat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk kembali stabil. Sementara itu, aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah terdampak secara umum telah mulai berjalan normal.
Namun demikian, perbaikan fisik masih menjadi fokus utama, terutama terhadap infrastruktur dan rumah warga yang mengalami kerusakan berat.
“Masih tersisa perbaikan fisik seperti jembatan. Berdasarkan laporan, terdapat sembilan jembatan yang rusak parah dan membutuhkan waktu cukup panjang untuk penanganannya,” ungkap Rahmi.
BPBD Balangan menargetkan proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar kembali beraktivitas secara normal, aman, dan produktif.



