Anjungan Kalsel Sabet Terbaik I di TMII Awards 2026, Bukti Konsistensi Kelola Budaya

Diposting pada

JAKARTA – Kabar positif datang dari Taman Mini Indonesia Indah. Anjungan Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih penghargaan Terbaik I pada ajang Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu etalase budaya daerah paling progresif di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan diterima mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel, Ariadi Noor, pada puncak peringatan HUT ke-51 TMII, Jumat (1/5/2026).

Capaian ini bukan sekadar seremoni. Anjungan Kalsel dinilai unggul dalam sejumlah aspek kunci, mulai dari revitalisasi fisik dan fungsi, penguatan manajemen dan pelayanan publik, hingga konsistensi menghadirkan aktivitas seni budaya yang hidup dan berkelanjutan. Di saat banyak anjungan masih berfungsi sebagai ruang display statis, Kalsel justru mampu menghidupkan ruang menjadi pusat interaksi budaya.

Penilaian juga mencakup kemampuan membangun narasi edukatif, memperluas kolaborasi dengan komunitas, serta memanfaatkan teknologi dalam pelestarian budaya. Kombinasi ini membuat anjungan tidak hanya informatif, tetapi juga relevan bagi generasi muda.

Dalam kompetisi tersebut, Bali menempati posisi kedua, disusul Jawa Tengah di peringkat ketiga. Sementara sejumlah daerah lain seperti Sumatra Barat dan Sulawesi Barat turut meraih penghargaan kategori khusus.

Ariadi Noor menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif, bukan semata keberhasilan pemerintah daerah.

“Ini buah kolaborasi antara pengelola, pelaku seni, dan seluruh pihak yang konsisten menjaga budaya Kalsel tetap hidup,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur H. Muhidin agar prestasi ini tidak membuat lengah. Justru sebaliknya, harus menjadi pemicu untuk terus berinovasi.

“Jangan cepat puas. Anjungan harus terus berkembang, adaptif, dan mampu menarik minat generasi muda,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjut Ariadi, akan mendorong anjungan tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi sebagai pusat promosi budaya dan ekonomi kreatif. Aktivasi melalui pertunjukan seni, pameran produk unggulan, hingga kolaborasi lintas komunitas menjadi fokus ke depan.

Sementara itu, Fadli Zon menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan instrumen untuk mendorong inovasi pengelolaan budaya di daerah, bukan sekadar penghargaan simbolik.

Menurutnya, setiap daerah harus mampu menghadirkan program budaya yang orisinal dan mencerminkan identitas lokal, sejalan dengan amanat konstitusi dalam memajukan kebudayaan nasional.

“TMII adalah etalase keberagaman budaya Indonesia. Ia harus terus hidup, bukan hanya dikenang,” ujarnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *