Pembukaan Rapat Koordinasi Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 di Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin, Rabu (11/6/2025) malam.(MC-Kalsel)

Pemprov Kalsel Harap Temu Karya Taman Budaya Bangkitkan Minat Generasi Muda Terhadap Seni Daerah

Diposting pada

Banjarmasin — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berharap ajang Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 mampu membangkitkan minat generasi muda terhadap seni dan budaya daerah. Harapan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat membuka Rapat Koordinasi Temu Karya di Taman Budaya Kalsel, Rabu (11/6/2025) malam.

Menurut Syarifuddin, saat ini minat generasi muda terhadap kesenian daerah semakin menurun, tak hanya di Kalsel, tetapi juga di banyak wilayah lainnya di Indonesia.

“Berdasarkan penyampaian Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, banyak anak muda yang mulai meninggalkan kesenian lokal. Melalui kegiatan ini, kami berharap ada solusi untuk membangkitkan kembali minat mereka. Pemprov Kalsel tentu siap mendukung,” ujar Syarifuddin.

Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, Ary Herianto, menilai lunturnya ketertarikan generasi muda terhadap seni daerah dipengaruhi oleh derasnya arus budaya asing di era digital.

“Temu Karya ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda, agar mereka tumbuh dengan rasa bangga terhadap budayanya sendiri,” kata Ary.

Ia juga menambahkan, ke depan Taman Budaya di tiap daerah diharapkan menjadi ruang kreatif yang dapat menarik kunjungan anak muda, baik sebagai tempat wisata maupun ruang ekspresi budaya.

“Generasi milenial, Z, dan alpha saat ini mendominasi populasi. Maka penting bagi kita untuk mengenalkan budaya lokal kepada mereka sejak dini,” ujarnya.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyatakan bahwa pihaknya akan mengundang pelajar pada gelaran Temu Karya yang dijadwalkan berlangsung September 2025 mendatang.

“Kami ingin penikmat seni tak hanya dari kalangan seniman, tapi juga pelajar, agar mereka mendapat edukasi langsung tentang kekayaan budaya nusantara,” jelasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari persiapan Kalsel sebagai tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24. Kegiatan rakor berlangsung selama tiga hari, dari 11 hingga 13 Juni 2025, dan digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar.

Dari 28 Taman Budaya se-Indonesia, 16 perwakilan hadir langsung dalam rapat, sementara sisanya difasilitasi mengikuti secara daring.

“Kami tetap bersyukur karena meski ada efisiensi anggaran, sebagian besar peserta tetap bisa mengikuti rakor ini,” tutup Suharyanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *