Nasib MUA di Tengah Pandemi Covid-19
Khumayra Zahra, pegiat Make Up Artist (MUA) di Banjarmasin. (foto:maknanews.com)

Nasib MUA di Tengah Pandemi Covid-19

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Virus Corona telah benar-benar meresahkan masyarakat sejak kemunculannya pertama kali pada Desember 2019 lalu. Hal ini tentu saja berimbas ke semua kalangan. Salah satu yang terkena dampaknya adalah Make Up Artist (MUA).

Make Up Artist muda, Khumayra Zahra, membagikan kisahnya melalui wawancara kepada wartawan Maknanews.com, mengenai dampak virus Corona terhadap pekerjaannya sebagai makeup artist.

Perempuan kelahiran tahun 2001 ini mengaku, virus yang diberi nama resmi Covid-19 ini membuatnya panik dan kehilangan banyak pelanggan yang sebelumnya sudah memesan jasanya.

“Awalnya, dari akhir tahun kemarin sampai bulan April 2020, saya kebanjiran pelanggan, sampai harus memanggil dua asisten untuk membantu saya. Saat beredar kabar bahwa virus corona sudah sampai ke Indonesia, saya mulai panic,” katanya.

MUA yang akrab disapa Zahra ini memaparkan, satu per satu pelanggannya mulai membatalkan janji akibat merebaknya virus Corona yang menyababkan banyak sekali event seperti wedding, wisuda, dan perpisahan sekolah, yang harus ditunda, bahkan dibatalkan. Padahal, sejak 2019 hingga April 2020, ia hampir tidak punya waktu luang, karena banyaknya permintaan.

“Puncaknya saat bulan April kemaren, saya kebanjiran pelanggan, sampai-sampai waktu kosong saya tidak sampai satu minggu dalam satu bulan itu, sisanya full,” tuturnya.

Tapi, selepas April itu, pelanggannya terus berkurang, hingga akhirnya tak ada lagi. Zahra pun akhirnya hanya bisa mengikhlaskan fakta bahwa para pelanggannya membatalkan janji, walau ia mengakui mengalami kerugian.

“Mereka membatalkan janji, dan akhirnya setelah pertimbangan beberapa saat saya putuskan untuk mengembalikan setengah biaya DP kepada mereka. Setengahnya lagi tidak bisa saya kembalikan, karena sudah saya belikan perlengkapan make-up,” ujarnya.

Zahra menyatakaan tidak menyalahkan siapa pun, terkait kerugian yang dialaminya. “Mau bagaimana lagi, sudah kita sadari bersama bahwa ini bencana alam. Tidak bisa salahkan siapa-siapa. Tinggal kita berdoa saja lagi, agar pandemi ini segera berakhir,” tutupnya melalui wawancara pada Rabu (02/09/2020).[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *