Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Hingga saat ini, baru sebagian guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur (Kemenag Bartim) yang sudah divaksin. Padahal, vaksinasi guru ini menjadi syarat diperbolehkannya pembelajaran secara tatap muka di sekolah.
Sebagaimana diketahui, Kemendikbud merencanakan belajar-mengajar secara tatap muka di sekolah akan dimulai pada Juli 2021 nanti.
Berkaitan dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Bartim, H Abdul Majid Rahimi, mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta instansi lainnya pada Kamis (20/5/2021) lalu.
“Dari rapat tersebut, disepakati beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka ini. Diantaranya, semua guru harus divaksin,” katanya, Senin (24/5/2021).
Menurut Abdul Majid Rahimi, untuk di Bartim saat ini baru sebagian guru saja yang sudah divaksin. “Nantinya untuk semua guru di lingkungan Kemenag Bartim akan divaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi ini kewenangan Pemerintah Kabupaten, bukan kewenangan Kemenag. Namun, yang jelas data nama-nama semua guru sudah kita serahkan ke Dinas Kesehatan Bartim,” ucapnya.
Kapan jadwal pelaksanaan vasinasinya untuk guru- guru tersebut, sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut.
Sepengetahuan Abdul Majid, guru-guru yang sudah divaksinasi adalah guru Madrasyah Aliyah di Kecamatan Dusun Timur. Sedangkan guru-guru di kecamatan lainnya masih banyak yang belum divaksin.
“Persyaratan lainnya yang harus dipernuhi antara lain penerapan Protokol Kesehatan, dan surat pernyataan orangtua siswa mengizinkan anaknya ikut bejalar tatap muka di sekolah. Kalau ada orangtua murid yang tak memberi izin, maka anaknya akan mengikuti pembelajaran secara daring,” ujarnya.[]



