Dosen ULM Petakan Seniman Banjarmasin

Diposting pada

BANJARMASIN – Dua dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dewi Alfianti dan Muhammad Budi Zakia Sani, melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Judulnya, Mapping dan Pendataan Seniman, Komunitas Budaya dan Pelaku Seni Kreatif di Kota Banjarmasin tahun 2023.

Kegiatan yang dilakukan keduanya itu adalah Program Dosen Wajib Mengabdi. Muhammad Budi Zakia Sani, Selasa (17/10/2023) sore, menerangkan, pengabdiannya itu sebagai wahana memetakan atmosfer berkesenian di Banjarmasin. 

“Masyarakat kota Banjarmasin dihuni oleh berbagai suku dan budaya yang beragam, dari suku Banjar, Dayak, Jawa, Bugis, Madura dan lain-lain. Sehingga kondisi ini tentu memberi warna pada ragam kebudayaan yang terdapat di Kota Banjarmasin, terlebih dengan banyak para seniman ataupun pelaku seni di Kota Banjarmasin yang tersebar di setiap sudut dan ruang kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin,” kata Zaki.

Keberagaman ini juga, menurut Zaki, memberi ragam yang variatif pada bidang seni yang digeluti atau ada di Banjarmasin, sehingga merupakan salah satu kota yang dapat dijadikan sebagai indikator kemajuan perkembangan kebudayaan di Kalimantan Selatan. Bergama seni yang dapat dilihat dan diapresiasi baik oleh masyarakat lokal maupun luar.

Kondisi yang beragam dan banyaknya jumlah seni dan seniman yang ada di Kota Banjarmasin merupakan latar belakang yang menjadi alasan peneliti untuk melakukan hal ini sebagai bentuk sumbangsih dan kontribusi untuk masyarakat. Sebab hal ini akan menjadi masalah jika tidak dilakukan mapping dan pendataan secara baik untuk mengukur indikator kemajuan kebudayaan di Kota Seribu Sungai.

“Tujuan dilakukannya upaya ini adalah semata-mata untuk memberikan peran dan fungsi akademisi dalam kontribusi kita pada keberlangsung hidup di lingkungan masyarakat, yang merupakan kewajiban kita dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini tentu saja menjadi sesuatu yang bernilai positif baik bagi pihak internal maupun masyarakat secara luas dalam jangka waktu ke depan,” terang dosen di Program Studi Seni Pertunjukkan ULM tersebut.

Dijelaskannya pula, metode penelitian dilakukan dengan cara turun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data dengan pendekatan kualitatif. Data diambil dengan observasi pada bagian awal, kemudian wawancara dengan sebagian seniman dan pelaku seni lainnya. Data kemudian dianalisis ke dalam bentuk sajian data yang disajikan melalui web sederhana yang merupakan awal dari upaya ini.

“Karena sebelum ini belum ada data yang menyajikan materi tersebut untuk dapat dipetakan bagaimana jumlah pelaku seni dan dari bidang apa saja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sedangkan hasil penelitian yang didapatkan,  adalah berupa paparan data seniman, komunitas budaya, dan pelaku seni kreatif yang ada di Kota Banjarmasin yang sudah didapatkan dari hasil turun ke lapangan. 

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya ada lima bidang seni yang aktif dan menjadi sarana bagi pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas dan wadah untuk berkarya. Di antara bidang tersebut seperti bidang musik, tari, teater, sastra dan seni rupa. Kelima bidang ini memiliki minat yang bervariasi jumlahnya di Kota Banjarmasin. Setiap bidang memiliki jumlah yang tidak sama dan berbeda,” pungkas Zaki.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *