Pemkab Bartim Gelar Apel Antisipasi Demo Buruh

Pemkab Bartim Gelar Apel Antisipasi Demo Buruh

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar apel dan patroli berskala besar, dalam rangka mengantisipasi munculnya aksi unjuk rasa dan mogok kerja di halaman Kantor Bupati Bartim, Senin (5/10/2020).

Apel besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Bartim Ampera AY Mebas SE MM, dan dihadiri Kapolres, Kejari, Perwira Penghubung Kodim 1012/Buntok, serta Kepala OPD terkait.

Bupati Bartim Ampera AY Mebas dalam amanatnya pada apel tersebut antara lain menyatakan, sebagaimana diketahui dalam waktu dekat ini pemerintah pusat akan mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja atau yang dikenal dengan sebutan Omnibuslaw. Terkait hal tersebut muncul isu akan adanya demo buruh secara besar-besaran. 

“Padahal, Undang-Undang tersebut pada dasarnya dibuat untuk memihak kepada para pekerja, selain juga mempertimbangkan faktor-faktor keberlangsungan dunia usaha,” katanya. 

Menurut Bupati Ampera, isu akan dilakukannya demo oleh buruh yang menolak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja ini menjadi isu nasional yang harus kita cermati bersama. 

“Pemerintah umumnya, dan Pemkab Bartim khususnya, tidak akan melarang bagi pihak yang ingin menyampaikan pendapat. Namun harus diketahui bahwa saat ini kita masih berperang melawan Pandemi Covid-19,” ujarnya. 

Karena itu, Bupati mengimbau agar jangan sampai ada demo di Bartim, mengingat pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga sekarang ini. “Kalau memang ada yang perlu disampaikan, dipersilahkan sampaikan saja kepada instansi terkait atau lembaga DPRD,” katanya.

Bupati Ampera lebih jauh memparkan, sekarang ini kita semua perlu menjaga kesehatan, dengan menjaga stamina tubuh. “Termasuk menjaga pikiran, supaya imunitas kita tidak turun. Sebab, karena pikiran yang terganggu, bisa bikin stres,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Bartim AKBP Hafidh Susilo Herlambang SIK  mengharapkan agar masyarakat jangan ikut aksi demo. “Sebab, aksi yang  melibatkan orang banyak dapat menimbulkan masalah kesehatan. Pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap ekonomi, dan terkait pula dengan pilkada. Jadi, mari kita sama-sama menjaga kesehatan, keamanan, dan menyukseskan pilkada,” katanya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *