Louvre Meminta Bantuan Mendesak untuk Renovasi dan Perlindungan Karya Seni

Diposting pada

Paris, Prancis – Louvre, museum paling populer di dunia sekaligus rumah bagi karya legendaris “Mona Lisa” karya Leonardo da Vinci, mengajukan permintaan mendesak kepada pemerintah Prancis. Dalam suratnya kepada Menteri Kebudayaan Rachida Dati, Presiden Louvre, Laurence des Cars, memohon dukungan untuk merenovasi ruang pameran yang sudah tua dan melindungi koleksi seni tak ternilai dari ancaman kerusakan.

Melalui surat yang pertama kali diungkap harian Le Parisien, des Cars menggambarkan kondisi bangunan berusia ratusan tahun itu sebagai “memprihatinkan.” Ia menyoroti masalah kebocoran air dan perubahan suhu ekstrem yang dapat merusak karya seni.
Dibangun pada abad ke-12 sebagai istana kerajaan, Louvre pernah menjadi kediaman resmi para raja Prancis hingga Raja Louis XIV memindahkan pusat kekuasaan ke Versailles. Bangunan megah ini kemudian bertransformasi menjadi museum pada 1793, menyimpan koleksi seni kerajaan yang kini menarik jutaan pengunjung dari seluruh dunia.

Namun, popularitas Louvre menjadi tantangan tersendiri. Pada 2023, museum ini mencatat 8,7 juta pengunjung yang semuanya memasuki gedung melalui pintu barat berbentuk piramida karya arsitek I.M. Pei. Sayangnya, desain modern tersebut kini menciptakan “efek rumah kaca” yang membuat area bawah tanah museum menjadi tak nyaman di musim panas. Menurut laporan CNN, Louvre kini menghadapi tekanan besar untuk tidak hanya menjaga kenyamanan pengunjung, tetapi juga memastikan keamanan bagi koleksi seninya yang tak ternilai.
Des Cars menggambarkan kunjungan ke Louvre sebagai “ujian fisik.” Karya-karya seni sulit ditemukan karena minimnya papan petunjuk, area istirahat yang terbatas, serta fasilitas makanan dan toilet yang tidak memadai.

Dirancang untuk menampung empat juta pengunjung per tahun, Louvre mencetak rekor 10,2 juta pengunjung pada 2018. Untuk menghindari kepadatan, des Cars—yang menjabat sejak 2021—membatasi jumlah pengunjung menjadi 30.000 orang per hari.
Renovasi Berbiaya Fantastis
Des Cars tidak menyebutkan kebutuhan dana spesifik dalam suratnya, tetapi laporan dari saluran televisi BFM memperkirakan biaya renovasi bisa mencapai €500 juta (sekitar Rp8 triliun). Angka ini menjadi tantangan bagi pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, yang saat ini tengah berjuang mendapatkan persetujuan parlemen untuk anggaran 2025.

Laporan Le Parisien menyebutkan bahwa diskusi terkait renovasi ini sedang berlangsung antara istana kepresidenan, kementerian kebudayaan, dan pihak Louvre. Sumber yang dekat dengan Macron mengungkapkan bahwa presiden telah memantau isu ini dengan serius selama beberapa bulan terakhir.

Selain memperbaiki struktur yang sudah tua, Louvre juga mempertimbangkan pembangunan sayap baru untuk menampung “Mona Lisa,” serta pintu masuk tambahan di bagian timur untuk mengurangi kemacetan di pintu piramida utama.

Museum ikonik ini memiliki hubungan istimewa dengan Presiden Macron. Setelah memenangkan pemilu 2017, Macron memberikan pidato kemenangannya di depan Louvre, dan pada Olimpiade Paris 2024, taman Tuileries di sekitar museum memainkan peran besar sebagai lokasi acara.
Jika tidak segera ditangani, keindahan dan warisan sejarah Louvre bisa terancam. Kini, mata dunia menunggu langkah pemerintah Prancis untuk melindungi mahakarya budaya yang telah berdiri selama berabad-abad ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *