Dua Karya Seni Terjual di Banjarmasin Art Week, Salah Satunya Bergambar Wali Kota

Diposting pada

BANJARMASIN – Gelaran Banjarmasin Art Week kembali menjadi ruang apresiasi bagi seniman lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka. Dari sekian banyak karya yang dipamerkan, tercatat dua lukisan berhasil menarik perhatian pengunjung dan terjual pada pameran kali ini.

Lukisan pertama berjudul “Sijjil” sukses memikat hati seorang kolektor seni, Ilham Noor, politisi yang sedang duduk di DPRD Kalsel itu. Ia langsung memboyong karya Eky Abdan dan Dita tersebut. Karya ini dinilai memiliki kekuatan visual sekaligus makna yang mendalam, sehingga menjadi salah satu karya unggulan pameran.

Sementara itu, lukisan kedua yang tak kalah menarik adalah karya bergambar Wali Kota Banjarmasin dengan tema “Bapak Banyak Warna”. Karya Kris Imanu (IPKS) tersebut terjual kepada seorang pembeli yang memilih untuk tidak menyebutkan identitasnya. Meski begitu, antusiasme pengunjung terhadap karya tersebut terlihat jelas dari kerumunan yang kerap berhenti untuk mengabadikan foto di depan lukisan itu.

Keberhasilan penjualan karya seni ini menunjukkan adanya geliat positif dalam ekosistem seni rupa di Banjarmasin. Para seniman berharap momen ini dapat menjadi penyemangat bagi perkembangan seni lokal sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya anak daerah.

Hajriansyah, Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin, mengungkapkan bahwa Banjarmasin Art Week (BAW) merupakan program unggulan DK Banjarmasin.

“Setiap tahun BAW membawa semangat kebaruan, baik dalam karya maupun jaringan seniman/penampil yang terlibat. Diharapkan, BAW mampu menginspirasi kawan-kawan seniman dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bagi pembangunan sebuah kota. Dalam hal ini masyarakat seni dan para stakeholder di Kota Banjarmasin.” Demikian diungkapkan Hajri.

Tema Balarut tahun 2025 ini menawarkan seni yang adaptif dan dinamis. Bahwa, kesenian di Kota Banjarmasin terus bergerak maju, dalam hal gagasan maupun tata kelola yang melibatkan pemerintah, seniman, komunitas, dan stakeholder lainnya, terutama yang terkait dengan pemanfaatan ruang publik.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *