Gekrafs Banjarmasin Bentuk Arah Baru: Tahun Pertama Didedikasikan untuk Data, Kolaborasi, dan Penguatan Pelaku Kreatif

Diposting pada

BANJARMASIN — Layaknya sebuah kapal yang baru merapat ke dermaga, Gekrafs Banjarmasin periode 2024–2026 mulai menyiapkan peta perjalanan. Pengurus baru organisasi ekonomi kreatif ini mengumumkan program satu tahun yang dirancang sebagai fondasi gerak mereka: kuat di data, erat dalam kolaborasi, dan berpihak pada pelaku ekraf.

Ketua terpilih, Habibi Hakim, menegaskan bahwa langkah awal kepengurusan bukan sekadar menyusun agenda, tetapi membangun pondasi ekosistem. Konsolidasi internal, pemetaan pelaku, hingga peningkatan kapasitas melalui workshop, sertifikasi, dan inkubasi menjadi prioritas utama.
“Tahun pertama adalah masa meletakkan batu pijakan—agar semua program berjalan terarah, terukur, dan berbasis data,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan sektor, Sekretaris Andri Sanitra menyebut ada empat subsektor yang akan menjadi lokomotif ekonomi kreatif Banjarmasin: kuliner, fesyen, film & konten digital, serta kriya yang berakar pada budaya Banjar. Keempatnya dinilai memiliki ciri lokal kuat dan peluang pasar luas, baik di level regional maupun nasional.

Sementara itu, Bendahara Jourdan Ahmad R. menambahkan bahwa Gekrafs Banjarmasin akan menyelaraskan seluruh rencana kerja dengan roadmap Gekrafs Provinsi dan Nasional. Sinkronisasi itu meliputi program sertifikasi, digitalisasi pelaku kreatif, hingga keterlibatan dalam event berskala besar sebagai ruang unjuk kerja dan kolaborasi.

Harapan juga datang dari mantan Ketua Gekrafs Banjarmasin, Irfan, yang mendorong kepengurusan baru untuk menjaga semangat kebersamaan dan keberpihakan pada para kreator lokal. Ia menekankan bahwa adaptasi dan inovasi harus menjadi denyut utama ekosistem kreatif kota ini.
“Semoga Gekrafs semakin solid, berkelanjutan, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah maupun para pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Dengan fondasi yang mulai disusun, Gekrafs Banjarmasin menatap tahun pertama seperti lembar kosong yang siap diisi: ruang bagi gagasan baru, kolaborasi segar, dan tumbuhnya para pelaku kreatif yang semakin percaya diri di rumah sendiri.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *