Anggota DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, mendorong agar sejarah lokal Balangan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap daerahnya.
“Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tapi upaya membentuk karakter dan menanamkan kecintaan terhadap tanah kelahiran,” ujar Saiful di Balangan, Rabu (6/8/2025).
Ia menilai sejarah dan tokoh lokal Balangan belum mendapat ruang yang memadai dalam sistem pendidikan formal. Padahal, kisah perjuangan, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal sangat relevan untuk dikenalkan sejak dini.
“Anak-anak harus tahu dari mana asal-usul daerahnya, siapa tokoh-tokoh penting, dan bagaimana perjuangan yang pernah terjadi di Balangan,” tambahnya.
Saiful mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkolaborasi dengan DPRD untuk merancang dan mengimplementasikan kurikulum sejarah lokal secara sistematis dan berkelanjutan.
“Perlu sinergi lintas sektor agar gagasan ini benar-benar diterapkan di sekolah-sekolah, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Gagasan ini juga disambut baik oleh para pendidik dan masyarakat, yang menilai pentingnya pelestarian nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus globalisasi. Dengan mengenal sejarah dan budayanya sendiri, generasi muda Balangan diharapkan tumbuh sebagai pribadi berkarakter dan peduli pada daerahnya.



