Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang duduk di DPRD Kalsel dan DPRD Tabalong, membagikan kuota internet gratis kepada seribu anak yatim di Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara (HSU).
Pasalnya, belajar di rumah bukan berarti tidak mengeluarkan biaya. Pelajar atau mahasiswa harus menggunakan internet untuk bisa mengikuti pelajaran dalam jaringan (daring), dan itu tidak gratis. Tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Belum lagi bagi keluarga yang pendapatannya di bawah rata-rata, apalagi anak yatim yang harus menanggung biaya hidup tanpa orangtua.
“Karena momennya bertepatan dengan Hari Raya Anak Yatim, 10 Muharram 1442 H,” kata salah satu anggota fraksi PKS di DPRD Kalsel, Firman Yusi, usai menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis pada Ahad (30/8) kemarin di Tanjung, Tabalong.
Kuota gratis yang dibagikan itu diserahkan dalam bentuk kartu perdana. Menurut Firman, tujuannya adalah untuk meringankan para anak yatim yang harus belajar via daring (dalam jaringan) akibat pandemi Covid-19.
Firman menjelaskan, bagi-bagi kuota internet gratis itu merupakan program dari PKS. Sasarannya ditujukan kepada pelajar dan mahasiswa. Program tersebut sudah berlangsung sejak 24 Agustus lalu.
Menariknya, kuota internet yang masing-masing sebesar 10GB itu bukan bantuan dari perusahaan ataupun pemerintah daerah. Untuk mengeluarkan bantuan tersebut, wakil rakyat PKS menggunakan dana pribadi.
“Sebagai caleg dari PKS, maka saya berkomitmen ambil bagian, menyisihkan pendapatan saya untuk berkontribusi dalam program ini di dapil saya,” ujar Firman yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris di Komisi IV DPRD Kalsel.
Selain Firman Yusi, bantuan serupa diserahkan anggota Fraksi PKS DPRD Tabalong, antara lain adalah Hj Sumiyati, Sunardi, dan Murjani. Untuk tahap pertama, ada 225 anak yang menerima kartu perdana beserta kuota internet itu.
Selain itu, Firman juga menyedialan dua titik wifi gratis untuk pelajar. Lokasinya di RTH Kambang Tanjung dan Desa Mabu’un RT II.[]



