Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – PT Pertamina Persero mengaku sudah memenuhi kuota penyaluran elpiji 3 kilogram untuk Kalimantan Selatan. Bahkan, menurut mereka, kuota itu sudah dipenuhi per 31 Juli 2020 lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Sales Area Manager (SAM) PT Pertamina Persero Kalselteng, Drestanto, Selasa (1/9/2020) siang, saat bertandang ke Sekretariat DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedatangan pihak Pertamina itu dalam rangka memenuhi undangan Komisi III DPRD Kalsel. “Sudah over 2,6 persen dari kuota yang diberikan Pemrintah,” kata Drestanto di hadapan para wakil rakyat tersebut.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Drestanto mengungkapkan, Pertamina meminta pemerintah melakukan distribusi tertutup. Dengan demikian, menurut Drestanto, distribusi akan berjalan lebih tepat sasaran.
“Lebih tetap sasaran, yakni kepada masyarakat miskin dan UMKM yang memang layak memakai elpiji 3 kg,” ujarnya.
Drestanto juga menyarankan, pemerintah setempat menerbitkan kartu kendali yang diberikan pada masyarakat menengah ke bawah. Sementara untuk pelaku UMKM, bisa meminta kartu kendali itu pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Selain itu, Drestanto juga menyebut bahwa Pertamina sudah menggelar operasi pasar. Tujuannya, untuk menekan meroketnya harga elpiji 3 kg di tengah masyarakat.
“Kita tengah melakukan oprasi pasar dua minggu ini. Dan masih bisa kita perpanjang lagi masanya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Syahrujani, kembali mengusulkan Pertamina melakukan disparitas harga elpiji. “Kita mengaminkan jika disparitas harga ini tidak terlalu jauh. Karena bagaimana pun, orang pasti akan mencari harga yang murah,” ujarnya.[]



