Seorang pemuda desa, sebut saja Ijun (bukan nama sebenarnya), pernah jatuh hati pada seorang dara rebutan. Karena fisik yang dianggap kurang sempurna, Ijun mengalami penolakan. Ia merasa terhina dan sakit hati.

Sebut saja Mushtafa. Ia nampak sudah yakin akan wanita pilihannya. Mushtafa pun bercerita pada ayahnya untuk meminta restu. Kebetulan, ayahnya cukup kuat memegang tradisi.